Selasa, 30 November 2010

Musik dan Ekonomi Indonesia


musik memang memiliki peran yang cukup besar yang terjadi di Indonesia. Apakah dampak perkembangan musik di Indonesia memiliki peran yang cukup besar dalam ekonomi? Tentu, banyak sekali faktor – faktor yang bisa kita lihat dengan dengan adanya perkembangan ekonomi tersebut. Namun, dengan adanya musik di Indonesia, pendapatan ekonomi di Indonesia juga meningkat secara bertahap setiap tahunnya. Mengapa? Efek – efek yang ditimbulkan dari musik sendiri memang sangat besar. Terlihat dengan band – band yang bisa menjual jutaan keping album, hal ini tentu mencerminkan bahwa daya beli masyarakat Indonesia cukup tinggi. Pengaruh dari hal tersebut akan berdampak bahwa ekonomi suatu negara telah berjalan dengan baik karena uang yang dikeluarkan masyarakat untuk membeli suatu produk sangat tinggi. Pada tahun 1999 – 2005 pertumbuhan ekonomi indonesia cukup baik, dan salah satu faktor yang terlihat adalah bagaimana musik ikut membawa andil dalam perkembangan ekonomi tersebut. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya konser musik yang terselenggara dalam era tersebut dan banyaknya album yang terjual oleh major label.

Perkembangan musik yang pesat dan bisa dibilang memajukan ekonomi Indonesia itu sendiri juga memiliki halangan – halangan yang dilakukan oleh sektor informal dalam negeri. Kita semua tahu bahwa pembajakan terhadap suatu karya cipta sudah menjadi hal yang tidak asing lagi. Tentu, hal ini sudah sangat marak sejak era 80'an, akan tetapi, pembajakan kembali terulang pada masa kebangkitan musik di Indonesia. Sebagai contoh, diawali dengan meledaknya album Sheila on 7 pada era 90'an. Mereka berhasil menjual jutaan keping di dalam maupun luar negeri. Seiring dengan kesuksekan band tersebut, telah memacu masyarakat untuk berperilaku secara konsumtif. Akibat daya beli masyarakat yang cukup tinggi, beberapa masyarakat melihat peluang yang cukup baik untuk melakukan suatu pembajakan yang bisa dibilang sangat merugikan produsen musik. Hal ini dilihat dengan turunnya pendapatan suatu major label akan pembelian masyarakat terhadap produk – produk yang mereka tawarkan. Masyarakat cenderung lebih memilih cara yang lebih murah dan cepat untuk mendapatkan CD Sheila on 7 ketimbang membeli yang asli dengan harga yang jauh lebih mahal.

Tentu banyak kontroversi mengenai pembajakan yang terjadi di Indonesia. Beberapa musisi menganggap bahwa pembajakan di Indonesia ini sebagai salah satu bentuk promosi gratis, tidak sedikit pula bahwa pembajakan di Indonesia yang dilakukan oleh sektor informal ini sangat merugikan. Apabila kita melihat dari sisi ekonomi, tentu pembajakan yang terjadi sangatlah tidak baik. Banyak kerugian yang ditimbulkan oleh pembajakan. Antara lain, pendapatan produsen musik akan menurun karena daya beli masyarakat yang cenderung memilih sektor informal, karya musisi akan sangat tidak dihargai dengan pembajakan tersebut, dan juga pendapatan suatu negara yang dihasilkan dari musik juga akan menurun secara perlahan karena sektor informal yang menyediakan CD – CD bajakan tidak memiliki izin dan pajak, sehingga pendapatan yang mereka hasilkan, tidak akan terhitung dalam GDP (Gross Domestic Product).


Sudah banyak sekali langkah – langkah pemerintah yang dilakukan untuk menyelamatkan musik, tentu hal ini sangat berdampak dengan kemajuan ekonomi di Indonesia. Untuk mengurangi kecurangan – kecurangan yang terjadi oleh sektor informal, pemerintah telah melakukan razia yang cukup ketat di berbagai daerah diseluruh Indonesia. Tercatat pada tahun selama tahun 2007, sekitar belasan ribu CD bajakan telah diamankan oleh pemerintah, dan dihancurkan demi keamanan bersama. Bisa dibayangkan, dampak yang sangat besar yang ditimbulkan oleh pembajakan.

Pada saat krisis global terjadi di akhir tahun 2008, banyak sekali perusahaan – perusahaan yang mengalami gulung tikar, tentu hal ini juga membawa dampak yang cukup besar bagi industri musik di Indonesia. Hal ini ditandai dengan menurunnya daya beli masyarakat terhadap musik, mereka cenderung menyimpan pendapatan mereka dibandingkan membeli CD album. Hal ini juga memicu sektor informal untuk lebih melakukan pembajakan yang besar – besaran karena mereka melihat peluang masyarakat untuk membeli dengan harga lebih murah, tetapi pemerintah juga masih terus melakukan penangkalan bagi para sektor informal.

Memasuki era 2009, perusahaan yang bergerak dibidang provider telepon genggam (XL, Indosat, Telkomsel) bersama – sama bersama pemerintah untuk melakukan terobosan baru demi menyelamatkan industri musik di Indonesia dan juga untuk tetap mengangkat kembali perekonomian Indonesia. Hal ini diawali dengan adanya RBT yang dibisa diakses oleh masyarakat seluruh Indonesia untuk menggunakan lagu tersebut sebagai panggilan telepon. Hal ini sangat berhasil, tercatat bahwa dengan adanya RBT, daya beli masyarakat terhadap sektor informal justru berkurang. Hal ini disebabkan karena masyarakat sekarang cenderung menggunakan RBT yang harganya jauh lebih murah dibandingkan mereka membeli CD bajakan yang kualitasnya belum bisa dipastikan bagus. Pendapatan yang dihasilkan oleh RBT bisa dikatakan sangat tinggi. Hal ini dilihat dengan rating penjualan band – band major label yang meningkat pada tahun 2009 karena adanya promosi yang dilakukan melaui RBT tersebut.

Pemerintah dan produsen musik juga bersama – sama terus menyeruakan anti pembajakan, tetap melakukan razia terhadap sektor informal, dan juga dengan berkembangan dunia teknologi, masyarakat juga bisa membeli sebuah album dengan cara mendownload, dan membayarnya secara online. Pagelaran musik di Indonesia pada tahun 2009 juga berkembang sangat pesat. Bisa dilihat dengan adanya Java Jazz Festival, Java Rockin' land, Java Soulnation, dimana pada tahun tersebut banyak sekali artis luar negeri yang diundang main di Indonesia, dan mendapatkan animo yang sangat tinggi dari masyarakat. Tentu, pendapatan yang dihasilkan oleh pagelaran tersebut sangat tinggi. Pendapatan ekonomi meningkat 10 % dari tahun sebelumnya, dan terus meningkat sampai sekarang.

0 komentar:

About Me

Foto Saya
Adhie Dhadie D'File
makassar, sulawesi selatan, Indonesia
20 maret 1987 kuliah di STIEM BONGAYA jurusan MANAJEMEN EKONOMI
Lihat profil lengkapku